Alhamdulillah, mungkin rezekiku

Tag

, , ,


Lima tahun lalu, redakturku di Gatranews yang mau mengundurkan diri, memintaku membuat paspor -karena aku belum memilikinya. Katanya, siapa tahu Tian ditugaskan ke luar negeri. Kenapa tidak? pikirku. Lagipula staf Bagian Umum bisa membantuku mengurus pembuatan paspor di Kantor Imigrasi Jakarta Selatan.

Benar saja, beberapa bulan kemudian redakturku itu menyodorkan selembar undangan test drive mobil keluaran terbaru produksi Ford, di Thailand. Undangan itu sebenarnya dialamatkan padanya, tapi dia berbesar hati untuk berbagi dengan anak buahnya. Alhamdulillah, mungkin rezekiku. 🙂

Singkat cerita, setelah semua dokumen diurus, pada 8 Juli 2012 aku berangkat ke Krabi, lewat Bandara Suvarnabhumi -di luar kota Bangkok. Kami, 20 jurnalis yang dipandu dua pejabat FMI (Ford Motor Indonesia -kini sudah tutup), berangkat menumpang pesawat Boeing 737-800 Garuda Indonesia, bertolak dari Bandara Internasional Soekarno Hatta (BISH) Tangerang.

Tiba di Suvarnabhumi International Airport Thailand, kami langsung sambung penerbangan lokal ke Krabi International Airport, yang berada di Thailand selatan. Empat hari kami berada di Negeri Gajah Putih itu, menjajal mobil keluaran terbaru Ford, yang saat itu belum dipasarkan di Indonesia.

(Postingan lengkap tentang test drive itu, klik di sini)

Foto-foto: Summer Design Co, dok pribadi.

Iklan

Tidur Sejenak Cegah Nabrak

Tag

, , ,

Image result for mobil mudik kartun

Saat ini banyak di antara kita yang sedang menjalani tradisi mudik, sebuah tradisi yang entah sejak kapan dianut masyarakat Nusantara. Selain menggunakan kendaraan umum, banyak juga yang menggunakan mobil pribadi; menyetir sendiri.

Nah, khusus bagi anda yang nyetir jarak jauh ke kampung halaman, sebaiknya perhatikan nasihat berikut ini. Tidur barang sejenak, meski cuma 5 menit, jika anda merasakan kelelahan atau rasa kantuk melanda. Sebab tertidur satu dua detik saat mengemudi dalam kecepatan tinggi, bisa menyebabkan kecelakaan fatal.

Nasihat ini aku kutipkan dari info yang beredar di WAG (WA Group) dan media sosial. Tak diketahui, siapa penulisnya.

Safety pause: MICROSLEEP

Pernahkah anda mengalami situasi di mana anda sedang berkendara tiba-tiba terlelap?
Hanya seketika. Hanya beberapa detik.

Truk yang pada mulanya masih jauh jaraknya tiba tiba berada di depan mata.

MICROSLEEP adalah keadaan dimana badan ‘tidur’ sesaat. Segala input dari indera penglihatan dan pendengaran tidak dapat diproses otak. Durasi microsleep adalah antara 1 hingga 30 detik. Hal ini bisa terjadi walaupun mata masih terbuka. Seperti sebuah komputer, otak telah “shut down”.

Pada kecepatan 70km/j, microsleep selama 3 detik menyebabkan kenderaan menyusur tanpa kendali sejauh 200 meter. Dalam jarak 200 meter, nyawa bisa melayang dalam sekejap mata. Bayangkan apa yang terjadi apabila kenderaan berada pada kecepatan 100 km/j.

Seringkali pengemudi menganggap dia kebal.
“Kecelakaan hanya terjadi kepada orang lain. Aku pandai bawa mobil dan Kondisi mobil pun bagus.”

Keinginan untuk bersama keluarga tersayang yang terpisah buat sekian lama dijadikan motivasi untuk terus berkendara walaupun sudah terlalu mengantuk.

Ada juga yang berpendapat jika kenderaan dipacu kencang, akan mengantuk akan berkurang, akibat ada hormon ‘adrenaline’ yang meningkatkan upaya ‘fight or flight’. (Fight or flight adalah sitiuasi dimana badan bersedia untuk menghadapi keadaan yang memberhayakan diri: lari atau lawan). Adapula sebahagian orang berpendapat jalan yang berliku seperti kelok 44 dianggap bisa menghilangkan rasa kantuk karena pengendara lebih fokus pada belokannya.

Dua fakta di atas hanya mengundang bahaya.

Kesan ‘fight or flight’ hanya seketika saja. Sistem badan akan ‘burn out’ dan akhirnya bisa menyebabkan microsleep yang lebih lama.

Jadi, apa yang harus dilakukan?

🔺 BERHENTI.
🔺 PARKIR MOBIL DI TEMPAT YANG AMAN
🔺TIDUR.

Tak perlu tidur lama. Lima menit cukup.
Ulang setiap kali anda mula berasa mengantuk. Berhenti beristirahat setiap dua jam untuk berkendara jarak jauh.

Untuk penumpang yg duduk disamping Pak Sopir, jadilah co-driver yang baik. Cuba lakukan beberapa hal ini:
1. Ajak pengendara berbincang, utk mengurangi rasa bosan.
2. Perhatikan cara berkendara. Jika sudah mulai tidak ikut mengikut lajur, tegur Pak Sopir..
3. Sekali sekali lihat instrumen di dashboard, Apakah berkendara terlalu cepat? Apakah ada lampu – lampu peringatan yang menyala? Jika ada, tegur.

Berhati hati di jalan raya. Musim libur telah dimulai. Jangan jadikan diri dan keluarga anda bahagian daripada statistik kecelakaan.

Semoga bermanfaat.
Selamat menjalani mudik dengan aman. 🙂

Gambar ilustrasi: wjsblog.net

Optimisme

Tag

,

Glass filled halfway with water, close-up

Saatnya mengubah paradigma: negara kita adalah kepulauan yang dihubungkan (bukan dipisahkan) oleh lautan. Seperti fenomena gelas setengah terisi (bukan setengah kosong). Situasi ini menjadi penyebab munculnya optimisme (setengah penuh) atau pesimisme (setengah kosong). Apakah anda seorang yang optimis? Tetaplah optimis! 😀

Ilustrasi foto: Mikha Valerint – WordPress.com

ASUS ROG Masters Indonesia Jaring Gamers Berbakat

Tag

, ,

Industri gaming Tanah Air terus berkembang, seiring makin banyaknya gamers berbakat yang bertanding membawa nama Indonesia ke pentas dunia. Salah satu ajang pencarian bakat para gamers itu adalah ASUS ROG Masters Indonesia, yang digelar di beberapa kota besar di Indonesia.

Para jawara yang berhasil menjuarai babak penyisihan di tingkat negara (country qualifier) akan mewakili Indonesia untuk bertanding pada ASUS ROG Masters Internasional. Pemenang di country qualifier berhak membawa pulang hadiah dengan total ratusan juta rupiah.

“ASUS ROG Masters Indonesia bukan hanya sebuah kompetisi game semata. Lebih dari itu, kejuaraan ini menjadi semacam tantangan untuk membuktikan seberapa hebat kemampuan yang dimiliki para gamers di Indonesia,” ucap Galip Fu, Country Marketing Manager ASUS Indonesia, Selasa (20/6), di Jakarta. Menurutnya, tim yang berhasil memenangkan babak kualifikasi tingkat negara atau country qualifier, akan difasilitasi oleh ASUS untuk berkompetisi secara internasional di tingkat dunia.

Kompetisi ASUS ROG Masters Indonesia akan diadakan secara online dan offline. Pada kategori offline, kualifikasinya akan digelar di empat kota, yakni Bandung, Medan, Surabaya, dan Jakarta. Sedangkan bagi para peserta yang berminat mengikuti pertandingan ini namun berada di luar kota-kota tersebut, dapat mengikuti kualifikasi yang dilangsungkan secara online.

Pada 18 Juni 2017, ASUS menggelar babak kualifikasi di kota Bandung. Perlombaan yang diikuti 400 lebih peserta itu, dan melalui 2 hari babak penyisihan hingga mencapai final, didapatkan pemenang dari masing-masing game, yaitu Tim Cross Legion sebagai Juara 1 untuk game DOTA 2, dan Tim DDS sebagai Juara 1 untuk game Counter Strike Global Offensive.

Kedua Tim pemenang berhak mendapatkan slot untuk bertanding pada babak Semifinal di Jakarta yang akan diadakan pada kuartal ketiga tahun ini, serta berkesempatan untuk menjadi perwakilan Indonesia yang akan bertanding pada babak kualifikasi di tingkat Asia Pasifik (APAC Qualifier) untuk memperebutkan hadiah senilai USD 500.000 atau setara Rp6,7 miliar.

Pendaftaran kompetisi ASUS ROG Masters Indonesia dibuka pada 26 Mei 2017. Peserta yang ingin mengikuti turnamen DOTA 2 ataupun Counter Strike Global Offensive, bisa langsung mendaftarkan dirinya melalui website ROG Masters Indonesia.

“Para peserta yang tertantang mengikuti kejuaraan ini, dapat mendaftarkan dirnya beserta tim dengan mengunjungi website http://rog-masters.co.id,” ucap Galip.

Pada web itu pula, para kandidat bisa melihat seperti apa ketentuan atau rules perlombaan yang diberikan. Selain website, informasi juga bisa diakses melalui laman YouTube resmi ASUS Indonesia serta FanPage ASUS Republik of Gamers Indonesia.

“Dalam kompetisi ini selain tentu saja kebanggaan tersendiri bagi siapapun yang berhasil menjuarainya nanti, kami sudah menyiapakan total hadiah ratusan juta rupiah dan satu tiket untuk mengikuti APAC Qualifier yang memperebutkan hadiah 500.000 USD atau setara 6,7 miliar rupiah,” ujar Galip.

Galip menyebutkan, angka itu merupakan yang sangat besar. Namun dia mengaku yakin, itu adalah nilai yang pantas yang bisa didapatkan pemenang kompetisi ini.

Foto: ASUS ROG Masters (rog.asus.com)

Dekstop All-in-One untuk Kreator Multimedia Berkreasi

Tag

, , ,

Para kreator multimedia tentu membutuhkan perangkat yang mumpuni dalam olah grafis, guna memudahkan mereka menuangkan ide-idenya dalam sebuah karya. Untuk itu, ASUS Indonesia menawarkan Zen AIO (All-in-One) yang dipersenjatai prosesor dan kartu grafis mutakhir.

Lini desktop premium terbaru dengan seri ZN241 ini merupakan desktop PC (personal computer) yang memiliki tampilan elegan ini, diperuntukkan bagi konsumen rumahan yang ingin tampilan premium untuk mempercantik interior rumahnya.

“Zen AIO ZN241 digagas dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna akan perangkat komputer desktop yang ringkas, namun tetap dilengkapi dengan kecanggihan teknologi mutakhir serta desain berkelas,” ucap Galip Fu, Country Marketing Manager ASUS Indonesia.

Menurutnya, perangkat ini menyuguhkan performa layaknya komputer gaming yang dibalut dengan desain elegan dan sangat menawan.

Keindahan desain pada Zen AIO ZN241 dapat tercermin dari setiap detil ukiran yang melekat pada perangkat tersebut. Pada bagian bodi belakang, komputer ini memiliki pola bergaris yang dipahat dengan sangat halus.

“Untuk membuat pola bergaris itu, tim desainer beserta pengrajin terbaik kami, menggunakan hingga 17 langkah dalam menciptakannya. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan hasil ukiran yang sangat halus dan sempurna,” tutur Galip.

Setiap lekukan tubuh dan desain Zen AIO ZN241 ini, imbuhnya, terinspirasi dari unsur dan nilai-nilai kehidupan. Sebagai contoh, pada bagian penopang display dibentuk dengan menyerupai huruf kanji (人) yang memiliki arti manusia. Standing display itu pun memiliki engsel yang memudahkan pengguna untuk memposisikan layar ke bawah maupun ke atas.

Yang menarik, ASUS Zen All-in-One ZN241IC memiliki camera web infra red dengan resolusi 1MP. Kombinasi IR camera tersebut, dengan Windows 10, membuat pengguna dapat login ke PC lewat pemindaian wajah. Tidak perlu repot login menggunakan password.

Port konektivitasnya terbilang lengkap, yakni dari USB 2.0 hingga USB 3.1 yang mampu mengirimkan data dengan kecepatan hingga 10Gbps, memudahkan proses transfer data yang lebih baik dan cepat. Penempatan port di bagian belakang, praktis akan membuat kabel semakin rapi.

“Zen AIO ZN241IC semakin tampil mengesankan dan elegan dengan penggunaan lis alumunium yang melingkar di sekeliling display-nya,” tutur Galip.

ASUS Zen AIO ZN241 dilengkapi dengan spesifikasi internal, seperti prosesor Intel generasi ke-7 yang memastikan kinerjanya akan gesit dalam mengolah sistem dan perintah yang diinputkan. Prosesor Intel i7-7500U memiliki empat inti otak (quad-core) untuk mengolah sistem, dengan kecepatan yang dapat dipacu hingga 3,5GHz.

Kapasitas memori RAM didesain berfitur dual channel DDR4 dengan kapasitas 16GB. Tipe memori seperti itu akan menjamin proses komputasi akan berjalan sangat lancar. Untuk para kreator konten multimedia, disediakan pula chip pengolah grafis mumpuni yakni Nvidia Geforce 940MX dengan video memori 4GB.

“Spesifikasi tersebut tentu saja akan sangat bermanfaat bagi para editor foto maupun video untuk membuat proses editing berjalan smooth dan dinamis,” ucap Galip. “Kami juga menyematkan teknologi layar beresolusi Full HD (1920 x 1080) pada Zen All-in-One ini, dimana akan membuatnya sangat ideal menjadi sahabat bagi para penggemar dan kreator multimedia,” tambahnya lagi.

Penggunaan sistem operasi Windows 10 semakin menambah kenyamanan menggunakan All in One ini. Pasalnya Windows 10, memiliki user interface yang lebih baik dari sistem operasi sebelumnya.

Main Spec.
ASUSPRO All-in-One Z241IC

CPU
Intel® Core™ i3-7100U Processor, 2.4GHz (3M Cache, 2.40 GHz)
Intel® Core™ i5-6200U Processor, 2.3GHz (3M Cache, up to 2.8GHz)
Intel® Core™ i5-7200U Processor, 2.5GHz (3M Cache, up to 3.10 GHz)
Intel® Core™ i7-7500U Processor, 2.7GHz (4M Cache, up to 3.50 GHz)

Operating System
Windows 10 Professional; / Windows 10 Home / Endless OS

Memory
Up to 16GB DDR4 at 2133MHz, 2 x SO-DIMM

Storage
2.5 HDD SATA 1TB 5400RPM
2.5 HDD SATA 2TB 5400RPM
2.5 SSD SATA 128G
2.5 SSD SATA 512G

Display
23.8” Full HD 1920×1080 LED-backlit IPS

Graphics
NVIDIA® GeForce® 940MX

Touch Screen
1) 10-point capacitive touch
2) Non-touch

Side I/O Port
N/A

Back I/O Port
1x 2-in-1 card reader, 1x HDMI out, 1x Headphone, 1x Kensington lock slot, 1x LAN, 1x Microphone, 1x Power Input, 2x USB2.0, 2x USB3.1, 4x USB3.0

Camera
1.0M 720p IR Camera / 1.0M 720p Camera

Connectivity
802.11ac+Bluetooth 4.0

Speaker
Dual-channel stereo with 2 x 4W woofers + 4 x 2W speakers

Weight
7.3 Kg

Dimension
58.4(W) x 43.3(H) x 05.2 ~ 19.0 (D) cm

Power Supply
90W Power adapter

MSRP
15,699,000

Warranty
1 years full global warranty

Foto: Galip Fu, Country Marketing Manager ASUS Indonesia (Dok ASUS Indonesia), asus.com

Eka Gustiwana: Pembuat Konten Perlu Notebook Mumpuni

Tag

, , , ,

Content Creator (pembuat konten) saat ini populer sebagai sebuah profesi yang digandrungi anak muda. Pasalnya, pekerjaan ini bisa mendatangkan fulus yang terbilang lumayan. Kelebihannya, aktivitas ini bisa dijalani dengan passion sambil having fun.

Bahkan tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa sekarang ini dunia dibangun oleh para pembuat konten yang berkarya lewat berbagai macam platform digital. Betapa tidak, karena mulai dari informasi apa yang anda baca, hiburan apa yang anda tonton, hingga keahlian yang anda pelajari lewat sejumlah tutorial, saat ini tak pernah lepas dari media sosial dan internet. Semua kontennya diciptakan oleh pembuat konten.

Pembuat konten bisa jadi seorang YouTuber yang berkarya lewat video-video yang diunggahnya, Blogger yang menuliskan artikelnya, Band maupun Solois yang menciptakan lagu dan menyebarkan lewat plaform, seperti Soundcloud atau yang lainnya, hingga para komikus yang menghibur dengan gambar-gambar jenakanya di Instagram.

Mereka semua mendominasi dunia lewat karya kreatif, yang secara tidak langsung turut memengaruhi pola pikir dan minat para pengikut (fans) setianya.

Apa yang dibutuhkan seorang pembuat konten? Eka Gustiwana, salah seorang pembuat konten beken mengatakan, ada dua instrumen utama yang paling mendasar, yakni ide dan alat.

“Pertama, pembuat konten harus menggali ide orisinal terkait konten yang akan dibuat,” ucap Speech Composer ini. “Ide akan menjadi pijakan awal yang menentukan arah para kreator dan melangkah dan memengaruhi seluruh karya kreatif yang akan diciptakannya,” ujar musisi itu menambahkan.

Sedangkan alat, sambung Eka, adalah perangkat penting yang sangat mendukung agar semua ide yang telah dirumuskan oleh pembuat konten bisa terwujud. Dan salah satu alat terpenting yang harus dimiliki adalah sebuah notebook.

“Notebook dipakai oleh hampir semua pembuat konten, baik dia seorang YouTuber, Musisi, Film maker, Komikus, Desainer, dan Blogger,” sebut Eka. “Mereka menggunakan notebook untuk merangkai ulang karyanya agar bisa dinikmati orang lain,” ucapnya.

Dia mengaku memilih notebook yang berbobot ringan namun punya performa mumpuni. Sebab profesi dan aktivitas yang dijalankannya menuntutnya untuk berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Lalu notebook apa yang digunakan Eka?

“Saya puas banget pakai ZenBook karena sangat ringan mudah dibawa bepergian. Saya termasuk orang yang suka bekerja di mana saja, seperti di pesawat, di kereta, di mobil, di hotel, di kafe, dan lainnya,” tuturnya.

“ZenBook memudahkan saya, karena beban tas menjadi sangat ringan, dan bisa diisi perangkat musik. Serasa nggak bawa notebook,” kata Eka lagi.

Notebook yang digunakan juga harus memiliki baterai yang tahan lama. Nah, ASUS ZenBook adalah notebook dengan baterai teririt yang pernah saya pakai. “Sudah tidak khawatir lagi kalau misalnya harus terpaksa bekerja di tempat yang tidak terdapat arus listrik, misalnya di atas pesawat. Inspirasi dan kreasi bisa jalan terus tanpa terhambat,” sambungnya.

ASUS ZenBook, menurutnya, juga notebook yang bisa diajak tampil stylish. Di atas panggung, dirinya merasa sangat bangga meletakkannya di samping keyboard dan perangkat musik lainnya.

“Ringkasnya ukuran ZenBook, berbanding terbalik dengan performanya. Performanya sangat baik yaitu dengan prosesor Intel Core i7 dan Windows 10, sangat memudahkan Eka untuk produksi musik dan dalam kondisi saat dia harus menggunakan aplikasi berbeban berat. My perfect companion!” pungkas Eka.

Spesifikasi

CPU
Intel® Core™ i7 7500U Processor (4M Cache, up to 3.50GHz)

Operating System
Windows 10

Memory
8GB DDR4 2133MHz SDRAM + 1 x SO-DIMM socket, up to 16GB RAM

Storage
1TB 5400RPM SATA HDD + 128GB SATA3 M.2 SSD

Display
14” FHD (1920×1080) IPS 178˚ (wide-viewing angle display) Anti-Glare with 72% NTSC

Graphics
NVIDIA GeForce 940MX, with 2GB GDDR3 VRAM

Input/Output
2x USB 2.0, 1x USB 3.0, 1x USB3.1 Type-C (gen 1), 1x Headphone-out & Audio-in Combo Jack, 1x HDMI

Keyboard
Illuminated Chiclet Keyboard

Camera
HD Web Camera

Connectivity
802.11ac+Bluetooth 4.1 (Dual band) 2*2

Audio
Support Windows 10 Cortana, ASUS SonicMaster Technology

Battery
3 Cells 48 Whrs Battery

Dimension
323 x 223 x 18.95 cm (WxDxH)

Weight
1.45Kg with Battery

Colors
Rose Gold, Quartz Grey

Accessories
Sleeve + USB3.0 to RJ45 cable + HDMI to VGA cable

Price
Rp15.799.000

Warranty
2 tahun garansi global

Foto: twitter.com, komputerswiat.pl

Darwis Triadi: Fotografi Itu Bagaimana Memanfaatkan Cahaya

Tag

, , ,

Bicara soal fotografi, mari kita tanya ahlinya. Darwis Triadi, fotografer fashion yang memulai karir profesionalnya sejak 1979, menyebutkan, fotografi tak melulu bicara soal perangkat atau kecanggihan kamera yang digunakan.

“Yang terpenting, bagaimana cahaya terserap,” ujar pria 63 tahun itu, ketika diundang ASUS Indonesia untuk menguji keandalan kamera smartphone ASUS ZenFone Zoom S, bersama 99 fotografer profesional lainnya, di Jakarta, belum lama ini.

Fotografer yang juga menyukai fotografi human interest dan lansdscape ini menuturkan, jika cahaya terserap dengan baik, maka kamera mampu menghasilkan gambar yang baik disebabkan cukupnya cahaya yang masuk.

Nah, Darwis ternyata sangat menyukai fitur bukaan lensa pada ZenFone Zoom S yang mencapai f/1.7, atau hampir menyamai bukaan lensa sebuah kamera profesional.

Menurut pegiat Asosiasi Professional Photographer Indonesia (APPI) ini, peralatan kamera baik itu DLSR ataupun smartphone, asalkan bisa mendapatkan cahaya yang cukup, maka dia akan mampu menghasilan kualitas gambar yang baik.

Melalui aperture f/1.7 itu, kata ayah dua anak itu, ZenFone Zoom S akan memiliki dukungan cahaya yang cukup untuk mereproduksi gambar yang berkualitas.

Fotografer kawakan lainnya, Roy Genggam, melihat sisi lain dari ZenFone Zoom S. Baginya, sisi unik dari ZenFone Zoom S yang dia temukan adalah fitur manual. Dari sana, dia bisa mengubah speed, ISO, WB, dan Optical Zoom.

“Ketersediaan fitur manual dalam perangkat smartphone untuk mendukung akfitivitas fotografi itu sangat penting. Karena itu akan sangat membantu para peminat fotografi menghasilkan karya foto yang bagus,” ucapnya.

Selain dua fotografer professional tersebut, masih ada puluhan fotografer lainnya, yang juga telah menjajal kemampuan zenfone Zoom S. Mereka adalah para fotografer yang datang dari beragam genre dan minat antara lain, landscape, commercial, fashion, lifestyle, travel, serta komunitas fotografi.

Untuk melihat karya-karya mereka, anda bisa mengklik: https://www.asuszenfone.id/campaign/zoom-100-masters.

Diundangnya 100 fotografer profesional Indonesia ini untuk membuktikan klaim bahwa ZenFone Zoom S adalah smartphone yang khusus dibuat untuk keperluan fotografi, dan mereka ditantang untuk menggunakan ZenFone Zoom S sebagai device untuk kegiatan fotografi mereka.

Hasilnya, para fotografer tersebut sangat menyukai fitur-fitur fotografi yang adalah pada perangkat tersebut dan merekomendasikannya sebagai device yang wajib dimiliki para fotografer.

ZenFone Zoom S dirancang dengan dual kamera yang sangat mumpuni untuk fotografi, dengan aperture f/1.7 yang membuat kamera ini dapat menangkap gambar dengan sempurna dalam keadaan gelap, serta memiliki kamera yang dapat melakukan zoom hingga 12x.

“ZenFone Zoom S sengaja dirancang sebagai device yang mumpuni untuk menunjang kegiatan fotografi,” ucap Galip Fu, Country Marketing Manager ASUS Indonesia.

Menurut Galip, para pehobi foto, baik yang pemula maupun profesional, dapat menjadikannya perangkat pendamping utama mereka mengabadikan momen-momen indah yang ditemui di mana saja.

Adanya rekomendasi dari lebih dari 100 fotografer, baik fotografer profesional, fotografer media sosial, fotografer lifestyle, dan komunitas fotografi tersebut, Galip menyebutkan, pengguna tidak perlu ragu untuk memilih ASUS Zenfone Zoom S sebagai smartphone andalan buat melakukan photo hunting.

Bagaimana dengan anda? 🙂

Foto: Dok Darwis Triadi School of Photography, hardwarezone.com.sg

100 “Bagaimana Seharusnya”dalam Berbahasa

Tag

, ,

Mari kita berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Ada 100 kesalahan, yang mungkin saja sering kita lakukan dalam berbahasa Indonesia. Ini “bagaimana seharusnya” versi Feresha Ray, seorang netizen pemerhati bahasa;

Catatan: Benar (v), Salah (x)

1. sekedar (x) – sekadar (v)
2. terimakasih (x) – terima kasih (v)
3. dimana (x) – di mana (v)
4. terlanjur (x) – telanjur (v)
5. terlantar (x) – telantar (v)
6. frustasi (x) – frustrasi (v)
7. bis (x) – bus (v)
8. coklat (x) – cokelat (v)
9. hembus (x) – embus (v)
10. goa (x) – gua (v)
11. harafiah (x) – harfiah (v)
12. himbau (x) – imbau (v)
13. jerigen (x) – jeriken (v)
14. kaos (x) – kaus (v)
15. lembab (x) – lembap (v)
16. centimeter (x) – sentimeter (v)
17. seksama (x) – saksama (v)
18. terong (x) – terung (v)
19. hutang (x) – utang (v)
20. jaman (x) – zaman (v)
21. rejeki (x) – rezeki (v)
22. silahkan (x) – silakan (v)
23. karir (x) – karier (v)
24. himpit (x) – impit (v)
25. tidak karuan (x) – tidak keruan (v)
26. darimana (x) – dari mana (v)
27. dari pada (x) – daripada (v)
28. kemana (x) – ke mana (v)
29. kesana (x) – ke sana (v)
30. nampak (x) – tampak (v)
31. tauco (x) – taoco (v)
32. nafas (x) – napas (v)
33. personil (x) – personel (v)
34. resiko (x) – risiko (v)
35. anugrah (x) – anugerah (v)
36. detil (x) – detail (v)
37. mempedulikan (x) – memedulikan (v)
38. memperhatikan (x) – memerhatikan (v)
39. mempengaruhi (x) – memengaruhi (v)
40. mengkupas (x) – mengupas (v)
41. mengkorupsi (x) – mengorupsi (v)
42. mempesona (x) – memesona (v)
43. hapal (x) – hafal (v)
44. ijin (x) – izin (v)
45. sumringah (x) – semringah (v)
46. sistim (x) – sistem (v)
47. hentak (x) – entak (v)
48. brengsek (x) – berengsek (v)
49. hisap (x) – isap (v)
50. handal (x) – andal (v)
51. ada pun (x) – adapun (v)
52. andai pun (x) – andaipun (v)
53. atau pun (x) – ataupun (v)
54. bagaimana pun (x) – bagaimanapun (v)
55. kendati pun (x) – kendatipun (v)
56. sungguh pun (x) – sungguhpun (v)
57. sekali pun (x) – sekalipun (v)
58. kalau pun (x) – kalaupun (v)
59. walau pun (x) – walaupun (v)
60. biar pun (x) – biarpun (v)
61. mau pun (x) – maupun (v)
62. meski pun (x) – meskipun (v)
63. abjat (x) – abjad (v)
64. aktifitas (x) – aktivitas (v)
65. antri (x) – antre (v)
66. apotik (x) – apotek (v)
67. atlit (x) – atlet (v)
68. cabe (x) – cabai (v)
69. pondasi (x) – fondasi (v)
70. frekwensi (x) – frekuensi (v)
71. gubug (x) – gubuk (v)
72. hakekat (x) – hakikat (v)
73. indera (x) – indra (v)
74. isteri (x) – istri (v)
75. jendral (x) – jenderal (v)
76. komplit (x) – komplet (v)
77. kwalitas (x) – kualitas (v)
78. kwitansi (x) – kuitansi (v)
79. lobang (x) – lubang (v)
80. milyar (x) – miliar (v)
81. nomer (x) – nomor (v)
82. faham (x) – paham (v)
83. fikir (x) – pikir (v)
84. praktek (x) – praktik (v)
85. tehnik (x) – teknik (v)
86. malpraktik (x) – malapraktik (v)
87. malfungsi (x) – malafungsi (v)
88. akte (x) – akta (v)
89. ketapel (x) – katapel (v)
90. senggama (x) – sanggama (v)
91. semedi (x) – semadi (v)
92. amandemen (x) – amendemen (v)
93. aritmatika (x) – aritmetika (v)
94. metoda (x) – metode (v)
95. materai (x) – meterai (v)
96. kalendar (x) – kalender (v)
97. kadaluwarsa (x) – kedaluwarsa (v)
98. katagori (x) – kategori (v)
99. sekular (x) – sekuler (v)
100. selular (x) – seluler (v)

Keterangan: gambar (kompasiana)

Meulaboh, Sesaat Setelah Dihantam Tsunami

Tag

, , ,

Catatan: Tulisanku tentang perjalanan fotografer Gatra Tatan Agus Rustandi ke Meulaboh pada 29 Desember 2004, setelah Tsunami Aceh. Repost dari Gatra.com/GATRAnews edisi awal Januari 2005.
==

Perjalanan Darat ke Meulaboh
Dicambuk Semak, Dihadang Gajah


SETELAH gempa bumi dan tsunami melanda Nanggroe Aceh Darussalam dan sebagian Sumatera Utara, Kota Meulaboh dinyatakan terisolasi, karena jalur darat sama sekali terputus. Padahal, warga Ibukota Kabupaten Aceh Barat yang selamat dari musibah itu, sangat memerlukan bantuan. Pewarta foto Gatra Tatan Agus RST –yang berhasil melampaui isolasi jalur darat itu menggunakan sepeda motor– melihat sendiri, bagaimana penderitaan warga kota yang paling dekat dengan episentrum gempa berkekuatan 8,9 dalam skala richter itu. Mereka, selain kehilangan sanak keluarganya, juga terancam bahaya kelaparan dan penyakit. Sehingga mereka berusaha keluar dari “kota mati” itu, berjalan berhari-hari lewat hutan, demi secercah harapan. Berikut penuturannya:

Saya memulai perjalanan panjang ini dari Kota Medan. Mulanya, saya berniat menyewa helikopter, yang memungkinkan saya melakukan pemotretan Kota Meulaboh dari udara. Namun apa daya, tarif sewa heli yang mencekik leher, 25.000 dolar AS per jam –minimal tiga jam– memaksa saya mengurungkan niat meliuk-liuk di angkasa dengan “burung besi” itu. Akhirnya pilihan saya jatuh pada mobil sewaan Kijang “kapsul” silver dari sebuah perusahaan rental terkemuka di Ibukota Sumatera Utara itu.

Sekitar pukul 15.00 WIB, Rabu (29/12), Kijang yang disopiri Lobi, seorang anak muda asli Medan itu, bertolak menuju Lhokseumawe. Mobil yang saya tumpangi secara kebetulan beriringan dengan Kijang “kapsul” silver lainnya, yang disewa seorang jurnalis dari Korea. Saya tiba di Lhokseumawe sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah makan malam di warung nasi pinggir jalan, malam itu juga saya meneruskan perjalanan ke Pidie yang ditempuh dari Lhokseumawe sekitar 1,5 jam perjalanan.


Dari Pidie, mobil saya belok kiri ke arah Beureunun menuju Geumpang, dan tiba di sana sekitar pukul 01.00 WIB, Kamis (30/12). Di sana, saya mengobrol dengan beberapa penduduk ibukota kecamatan itu, guna menggali informasi seputar peluang masuk Meulaboh lewat darat. Warga Geumpang cukup kaget mendengar niat saya ingin ke Meulaboh lewat jalan darat, karena jalan bekas perusahaan tambang emas Bre-X itu kini praktis tak pernah dipakai lagi, dan kembali jadi jalan setapak, karena tertutup semak-semak. Akhirnya, mereka menawarkan diri mengantar saya dengan sepeda motor.

Sepeda motor Suzuki Satria yang saya tumpangi, dikendarai Nazaruddin, seorang pria berusia 25 tahunan. Dua motor lainnya, Honda Astrea dan Honda CB 125 yang sudah terondol mengikuti saya di belakang. Kedua motor pengiring itu masing-masing mengangkut 30 liter bensin cadangan dalam jeriken dan sekitar 50 nasi bungkus dari dapur umum bagi para pengungsi, dengan lauk mi dan ikan asin, serta air putih. Dua motor itu juga bisa jadi penolong jika ada yang kejeblos. Saya sendiri hanya membawa bekal apel, biskuit, coklat, dan beberapa botol air mineral ukuran 600 mili liter, yang ditaruh di ransel day pack di punggung saya.

Iring-iringan motor saya berangkat pukul 4 pagi dari Geumpang. Selama perjalanan melewati medan terjal, licin dan berbatu, dengan jurang di kanan-kiri jalan, saya beberapa kali harus menutupi muka dan telinga dengan kedua tangan saya, karena cambukan alang-alang yang tingginya sekitar dua meteran. Meski Nazaruddin terbilang terampil mengendarai motor jenis bebek sport itu, tak urung, kami terjatuh sampai lima kali akibat menyenggol batang kayu atau terpeleset. Syukurlah, saya tak mengalami luka berarti.

Saya juga bersyukur pernah aktif di kegiatan pencinta alam sewaktu kuliah dulu. Karena ternyata, dengan kemampuan membaca peta yang saya miliki, saya bisa menentukan rute mana yang harus ditempuh. Tinggal menanyakannya pada Nazaruddin, selaku pengemudi sekaligus pemandu saya, apakah rute itu mungkin dilalui, atau harus mengambil jalur lain.

Tak makan 5 hari
Pengalaman paling mengesankan dan mengharukan, pada ketinggian sekitar 1.500 meter di atas permukaan laut, di tengah lebatnya hutan tropis Pegunungan Bukit Barisan, saya berpapasan dengan sekitar 15 laki-laki yang tampak lunglai. Ternyata, mereka pengungsi korban tsunami asal Meulaboh yang sudah melakukan perjalanan 5 hari 4 malam! Mereka adalah pengungsi Meulaboh pertama yang saya temui.


Salah seorang pengungsi, Abdurrahman –berusia sekitar 40-an– menuturkan, ia kehilangan istri dan tiga anaknya. Rumahnya pun rata dengan tanah. Baginya, sudah tak ada harapan lagi menemukan anggota keluarganya hidup-hidup. Akhirnya, ia dan beberapa orang sekampungnya, memutuskan meninggalkan tanah kelahirannya, melangkahi banyak mayat yang bergelimpangan, demi kelangsungan hidupnya. Pertama-tama, menemukan makanan, yang sulit didapat di kota yang sudah porak-poranda disapu tsunami yang teramat dahsyat itu.

Ketika masing-masing diberi sebungkus nasi yang kami bawa, dia berucap, “inilah nasi pertama yang kami makan selama perjalanan 5 hari 4 malam.” Sebelumnya, mereka hanya minum air dari mata air dan makan dedaunan. Abdurrahman pun berdoa untuk keselamatan perjalanan saya. Saya sampai menitikkan air mata haru, dan bersyukur ternyata ada orang yang melewati jalur yang jarang dilalui manusia ini.

Setelah saling berpamitan, saya melanjutkan perjalanan, karena tujuan saya satu: Meulaboh. Jauh-jauh dari Jakarta, saya ingin menyaksikan sendiri tempat paling dekat dengan pusat gempa yang menimbulkan tsunami di hampir semua pesisir Asia selatan hingga sebagian Afrika timur itu. Setelah terpontang-panting sekitar 9 jam, akhirnya sampai juga saya di Meulaboh. Menurut Nazaruddin, perjalanan ini terbilang singkat, karena biasanya mereka tempuh dalam waktu 11 sampai 12 jam.

Sesampainya di Meulaboh sekitar pukul 12 siang, saya melihat begitu banyak orang meninggalkan kota itu berjalan kaki tanpa bekal. Sementara bau mayat mulai tercium menyengat. Tampak beberapa mobil ambulan PMI dan truk hilir mudik mengangkut mayat. Mayat-mayat tampak bergelimpangan di pinggir jalan, di reruntuhan bangunan, dan di hampir semua penjuru kota.


Di kota yang tampak seperti “kota mati” itu, saya disambut beberapa anggota TNI dan Brimob yang mengamankan kota itu. ”Kamu wartawan pertama yang sampai di sini lewat darat,” kata mereka sembari memeluk saya bergantian. Meulaboh benar-benar kota mati. Gedung-gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan permukiman, hancur. Luluh lantak rata dengan tanah. Tak banyak relawan di sana, kecuali beberapa petugas PMI dan anggota TNI/Polri. Setelah tiga jam di kota yang pernah saya kunjungi sewaktu kota itu masih hidup, saya harus kembali menuju Geumpang untuk kemudian ke Banda Aceh. Pasalnya, saya harus segera mengirimkan foto ke kantor saya. Di Meulaboh, tak ada listrik, juga tak ada sinyal ponsel. Sehingga rasanya benar-benar terisolir dari dunia luar.

Dalam perjalanan pulang, di tengah hutan antara Meulaboh-Pidie, kami diguyur hujan lebat, dari sekitar pukul 5 sore hingga 9 malam. Jalanan tambah licin, dan udara pun dingin menggigit. Padahal, saya hanya mengenakan kaos oblong plus topi pet. Setiap bertemu pengungsi, saya menyempatkan diri berbagi bekal yang masih saya miliki, terutama anak-anak dan perempuan. Saya bahagia menyaksikan betapa mereka sangat bersyukur dengan makanan yang tak seberapa banyak itu. Bahkan, di tengah hutan yang saya lewati, saya bertemu lagi dengan sekelompok pengungsi, yang tampaknya satu keluarga, terdiri dari seorang perempuan tua, dua ibu muda dan tiga lelaki muda. Yang mengharukan, di pundak masing-masing lelaki itu, ada tiga anak balita yang menggigil kedinginan di tengah guyuran hujan deras. Tampak bibir anak-anak kecil itu membiru kedinginan. Padahal, mereka tak membawa sepotong bekal pun. Mereka hanya membawa baju yang melekat di badan.

Spontan saya relakan bekal terakhir makan malam saya: tiga buah apel dan biskuit untuk saya berikan pada anak-anak malang itu. Nazaruddin pun tak mau ketinggalan. Ia membagi dua jas hujan ponco (jubah)-nya untuk sekadar pelindung anak-anak itu dari guyuran hujan. Saya begitu bahagia karena bisa mengalahkan ego saya untuk tidak memakan makanan itu, yang saya yakin, sangat berharga bagi mereka, meski saya sendiri harus menahan lapar sejenak. Sebaliknya, saya mungkin akan menyesal seumur hidup bila saya tak bisa menekan ego saya. Lebih dari itu, saya merasa menyesal, kenapa tidak membawa makanan lebih banyak lagi –sekilo-dua kilo apel– untuk diberikan kepada mereka. Mereka tampaknya lebih membutuhkan makanan dibanding saya. Toh, di perjalanan saya bisa mencari makanan lain. Lagi pula, saya tidak berjalan kaki seperti mereka.


Setelah sempat bertemu seekor gajah liar yang menghadang jalan setapak kami sekitar setengah jam, sekitar pukul 21.30 WIB, sampailah saya di Geumpang. Dalam keadaan basah kuyup, kami disambut penduduk yang ingin tahu bagaimana keadaan Meulaboh setelah tsunami. Sehingga saya tidak bisa segera mengganti baju saya yang kering. Saya beristirahat sekitar setengah jam sambil berbagi cerita, sebelum melanjutkan perjalanan dengan mobil Kijang sewaan menuju Banda Aceh.

Saya rasanya puas sekali. Rasa penasaran saya terobati sudah. Sehingga pedih-pedih di kulit dan pegal-pegal di badan, tak lagi saya rasakan. Memang, Meulaboh perlu segera pertolongan, pasokan makanan dan tambahan tenaga medis serta sukarelawan, dengan cara apa pun, udara atau laut. Karena semakin lambat pertolongan itu datang, tidak mustahil, banyak di antara warga yang selamat tak mampu lagi bertahan.

Tian Arief

Foto-foto: Dok GATRAnews/Tatan Agus RST
Keterangan Foto:
1. Reruntuhan bangunan korban tsunami di Meulaboh
2. Luluh lantak; salah satu kawasan di Meulaboh yang rata dengan tanah
3. Meratapi nasib, seolah tak percaya; pasangan suami istri yang kehilangan rumah di Meulaboh
4. Melintasi reruntuhan di Meulaboh
5. Seorang warga mengais sisa-sisa kitab dari tempat pengajian di Meulaboh

Komentar pembaca:

Mari kita hadapi BERSAMA (peace, 06/01/2005 10:34)
TUHAN hanya akan mencoba umat NYA bila IA yakin kita sanggup untuk menerimanya… Ini memang bencana yang teramat berat bagi kita semua.. Namun bagi SAUDARA-SAUDARAKU di ACEH dan sekitar yang terkena musibah secara langsung.. yakinlah bahwa BENCANA ini tidak hanya kalian yang merasakannya tapi kita semua turut merasakannya.. namun kita semua harus yakin dan percaya bahwa ini semua pasti akan ada PESAN dan HIKMAH yang disampaikan oleh YANG KUASA untuk mengingatkan kita semua.. entah itu mengingat…

DALAM DOA DAN KETABAHAN (gadisaf02@ho…, 06/01/2005 08:54)
Saya mengucapkan belasungkawa sedalam dalamnya kepada yg meninggal. Dunia saat ini sedang berduka dan dari musibah ini akan kelihatan sekali bahwa siapa yang betul betul menolong tanpa pamrih dan tanpa SARA. Bencana diujung dunia yg membuat penduduk dari belahan dunia manapun terpana dan mengumpulkan dana detik itu sampai detik ini juga tanpa berpikir macam macam, AGAMA, WARNA KULIT DAN RAS. Mereka semua adalah MALAIKAT TANPA BATAS , ANGES SANS FRONTIERES !

Semoga sabar (andi@ho…, 06/01/2005 07:48)
Syeikh Atiah Soqr mengakatakan…, “bencana itu merupakan ujian bagi orang mukmin dan adzab bagi orang kafir”. Semoga rakyat Aceh di beri kesabaran oleh Allah atas musibah yang menimpa mereka, dan mendapatkan penganti yang lebih baik. Amin.

jurnalisme nurani (pinkroosa@ya…, 06/01/2005 06:22)
kisah ini bertutur apa adanya, tidak emosional tapi langsung menyentuh jiwa. Tidak perlu menyajikan gambar yang ngeri dan orang terluka. Atau melaporkan berita sambil teriak, histeris dan cucuran air mata. Perjalanan Anda memberikan gambaran sejujurnya, tidak perlu berteriak-teriak orang untuk turut berempati, tapi kisah ini sanggup menyentuh dinding hati nurani untuk segera berbagi

cobaan dan peringatan (elis1999@ho…, 05/01/2005 15:25)
inna lillahi we inna ilaihi rojiun semua dari tuhan maka akan kembali ketuhan semua ini adalah cobaan dan peringatan bagi kita semua bukan cuma bagi aceh tapi bagi seluruh umat manusia maka tabahkanlah hati dan berserah diri kepada tuhan semoga musibah ini takkan pernah terjadi lagi amin!!!
(irfan fathurrochman)

Pelajaran dari Kisah Perampokan

Tag

, , ,

comic8_perampokanSeandainya perkuliahan disampaikan dengan ilustrasi cerita semacam ini, tentu kita sebagai mahasiswa akan mudah mencernanya. Perampokan ini sekadar ilustrasi. 🙂

===
PERAMPOK CERDAS

Perampok berteriak kepada semua orang di bank :

” Jangan bergerak! Uang ini semua milik Negara. Hidup Anda adalah milik Anda.”

Semua orang di bank kemudian tiarap.

Hal ini disebut “Mind changing concept – mengubah cara berpikir“.

Semua orang berhasil mengubah cara berpikir dari cara yang bisa menjadi cara yang kreatif.

Salah satu nasabah yang seksi mencoba merayu perampok. Tetapi malah membuat perampok marah dan berteriak, ”Yang sopan mbak! Ini perampokan, bukan perkosaan!”

Hal ini disebut ”Being professional – bertindak profesional“. Fokus hanya pada pekerjaan sesuai prosedur yang diberikan.

Setelah selesai merampok bank dan kembali ke rumah, perampok muda yang lulusan MBA dari sebuah universitas terkenal, berkata kepada perampok tua yang hanya lulusan SD ” Bang, sekarang kita hitung hasil rampokan kita”.

Perampok tua menjawab. ”Dasar bodoh, uang yang kita rampok banyak, repot menghitungnya. Kita tunggu saja berita TV, pasti ada berita mengenai jumlah uang yang kita rampok.”

Hal ini disebut “Experience – Pengalaman“. Pengalaman lebih penting daripada selembar kertas yang dikeluarkan universitas.

Sementara di bank yang dirampok, si manajer berkata kepada kepala cabangnya agar segera lapor ke polisi. Tapi kepala cabang berkata, ”Tunggu dulu, kita ambil dulu Rp 10 milyar untuk kita bagi dua. Nanti totalnya kita laporkan sebagai uang yang dirampok.”

Hal ini disebut “Swim with the tide – ikuti arus“. Mengubah situasi yang sulit menjadi keuntungan pribadi.

Kemudian kepala cabangnya berkata,” Alangkah indahnya jika terjadi perampokan tiap bulan.”

Hal ini disebut “Killing boredom – menghilangkan kebosanan“. Kebahagiaan pribadi jauh lebih penting dari pekerjaan Anda.

Keesokan harinya berita di TV melaporkan, uang Rp 100 milyar dirampok dari bank. Perampok menghitung uang hasil rampokan, dan mereka pun murka. “Kita susah payah merampok cuma dapat Rp 20 milyar,orang bank tanpa usaha dapat Rp 80 milyar. Lebih enak jadi perampok yang berpendidikan rupanya.”

Hal ini disebut sebagai “Knowledge is worth as much as gold – pengetahuan lebih berharga daripada emas“.

Dan di tempat lain, manajer dan kepala cabang bank tersenyum bahagia karena mendapat keuntungan dari perampokan yang dilakukan orang lain.

Hal ini disebut sebagai “seizing opportunity – berani mengambil risiko“.

#Selingan, #senyumsehat, #sindiran #ilustrasi✊

Sumber: FB

Foto: http://wike-wkwk.blogspot.co.id