Tag

, ,

Nusa Dua dari satelit (Google Earth).

Nusa Dua dari satelit (Google Earth).

Awal September 2016, para jurnalis, blogger, dan rekanan ASUS Indonesia mengikuti “Incredible Race 2016” yang digelar ASUS Indonesia di Nusa Dua Bali, yang kemudian berhasil memecahkan rekor MURI sebagai rekor permainan dengan peserta terbanyak yang diselenggarakan oleh perusahaan teknologi informasi di Indonesia.

Permainan berjenis variety games yang masuk rangkaian acara Zenvolution itu dilakukan di seputaran komplek Nusa Dua, termasuk di Pennisula Bay (atau disebut pula Pennisula Island) -semenanjung tempat para peserta melakukan permainan meniti bambu sambil melakukan pemotretan dengan kamera Android ASUS Zenfone 3 dan “permainan” memfoto berbagai lokasi yang ditunjukkan panitia lewat print-out foto. Salah satunya, waterblow (ombak yang menghantam karang, hingga air lautnya membentuk semacam dinding setinggi lima meteran).

asus_patung_pennisula2

Peserta Incredible Race 2016 Nomor 25 di depan patung Kresna Arjuna, Pennisula Bay Nusa Dua Bali (Foto: Santika)

Selain Pennisula Bay, di sebelah utaranya ada “pulau karang” lainnya yang berukuran lebih kecil.

Nah, dari kedua karang yang terpisah itulah nama “nusa dua” berasal (nusa berarti pulau).

Menurut cerita rakyat Bali, yang dikutip dari blog ini, Nusa Dua dibuat oleh seorang ksatria sakti bernama Kebo Iwa. Kekuatan Kebo Iwa yang termashur itu terdengar oleh Raja Sri Astasura Bumi Banten, dari keturunan terakhir dari Dinasti Warma Dewa. Raja menginginkan Kebo Iwa menjadi patihnya di wilayah Blahbatuh, yang juga dikenal dengan sebutan Raja Bedahulu (“beda” diartikan sebagai kekuatan yang berbeda).

asus_waterblow

Waterblow di pantai Pennisula Bay Nusa Dua Bali (Foto: tianarief)

Singkat cerita, Kebo Iwa diangkat menjadi Patih kerajaan, yang kemudian bersumpah, selama Kebo Iwa masih bernapas, Bali tidak pernah akan dikuasai pihak manapun. Dengan dukungan Patih Kebo Iwa yang sakti mandraguna, Raja Sri Astasura Bumi Banten menyatakan tidak mau ditundukkan oleh Kerajaan Majapahit, yang sedang berekspansi ke Bali.

Serbuan Majapahit, yang dipimpin Raja Tri Bhuwana Tungga Dewi, dengan patihnya yang terkenal, Gajah Mada, berhasil ditahan pasukan Kebo Iwa. Semua kapal perang Majapahit ditenggelamkan di Selat Bali.

asus_incredible_race

Peserta Incredible Race 2016 di tempat Start (Foto: tianarief)

Gajah Mada pun mengatur siasat. Dia berpura-pura memberikan pujian kepada Baginda Sri Astasura Bumi Banten dan Patih Kebo Iwa, dan mengundang Patih Kebo Iwa untuk mengunjungi Majapahit, untuk menikahi putri jelita pilihan raja yang berasal dari Lemah Tulis.

Menanggapi tawaran dari Majapahit itu, Kebo Iwa yang setia terhadap rajanya, memohon petunjuk dan persetujuan dari Baginda Sri Astasura Bumi Banten. Sang Raja pun menyetujuinya tanpa rasa curiga.

Sebelum berangkat ke Majapahit (di wilayah Jawa Timur sekarang), Patih Kebo Iwa terlebih dahulu melakukan upacara keagamaan di Pura Uluwatu, untuk meminta kekuatan dari Sang Hyang Rudra. Dan Sang Hyang Rudra memenuhi permintaan Kebo Iwa, dengan memberikan dua buah batu, yang membuat kesaktiannya makin luar biasa.

asus_tian

Salah satu dari batu tersebut dibawa ke Desa Bedahulu, tempat dia dilahirkan. Satunya lagi akan dibawa ke Majapahit. Namun dalam perjalanan ke tanah Jawa, tiba tiba batu itu pecah menjadi dua dan jatuh di pinggir pantai. Kemudian batu itu menjadi tempat kehidupan masyarakat, dan lama kelamaan batu tersebut semakin membesar sehingga terjadilah nusa yang dipanggil Nusa Dua. Itulah cerita awal mula nama Nusa Dua.

Nusa Dua berlokasi di Kabupaten Badung yang berada di tenggara Pulau Bali, dengan jarak dari dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kuta, sekitar 15 kilometer, atau sekitar tiga puluh menit perjalanan menggunakan kendaraan.

asus_zenfone3

ASUS Zenfone 3 yang teruji kemampuannya (asus.com)

Nusa Dua memiliki areal lahan sekitar 350 hektar, yang awalnya berupa lahan kering dan tidak produktif. Pada 1970-an, di atas lahan tersebut, oleh pemerintah dibangun menjadi sebuah kawasan wisata prestisius dan terpadu, yang di atasnya berdiri berbagai resor wisata budaya.

Pemerintah menetapkan sebuah perusahaan konsultan Perancis, yakni Centrale Société pour l’peralatan Touristique outre-Mer (SCETO), untuk menyusun rencana induk guna pengembangan pariwisata di Bali secara berkelanjutan.

Rencana SCETO mengusulkan komplek resor mandiri di tepi laut, yang terpisah dari wilayah penduduk guna meminimalisir dampak pariwisata terhadap budaya Bali. Lokasi yang diusulkan adalah Nusa Dua. Inilah yang menjadi keunikan resor wisata Nusa Dua, yakni dibangun terpisah dari desa Bualu sebagai lokasi utama dari resor ini. Resor dengan konsep wisata budaya ini mendapat gelar sebagai satu dari enam resor terbaik dunia.

asus_tari_bali

Sehabis “menari bali”, mengikuti gerakan dua penari sungguhan. (Dok Panitia)

Pantai Nusa Dua memiliki hamparan pasir putih dengan air lautnya berwarna kebiruan, dengan ombak yang tidak begitu tinggi. Pemandangannya begitu mempesona sehingga tak mengherankan jika tempat ini menjadi tempat wisata favorit bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.

Di Pantai Nusa Dua, para wisatawan bisa berjemur, berenang, bermain pasir, berjalan–jalan di pinggir pantai, diving, snorkeling, dan juga menikmati wahana air seperti banana boat, parasailing, jetski, dan lain sebagainya.

Bagi penggemar olahraga golf, di Nusa Dua terdapat beberapa lapangan golf 18 holes, di antaranya Bali Golf dan Country Club yang bisa dicapai hanya beberapa menit dari dari hotel utama di Nusa Dua.

asus_angkot_bali

Angkot khas Bali; bodi belakangnya dari kayu yang dipenuhi ukiran di sepanjang kedua sisinya. (Foto: tianarief)

Berbagai fasilitas wisata di Nusa Dua, seperti hotel, restoran, bar, hingga pertokoan yang menjual produk-produk branded, semuanya ditujukan bagi masyarakat menengah ke atas.

Nusa Dua dilengkapi dengan fasilitas dan akomodasi yang sangat lengkap dan mewah. Di sana terdapat resor eksklusif dengan hotel bintang 4 dan 5 yang berjumlah 25 buah, dengan total 4.000 kamar. Hotel berbintang 5 berderet di sepanjang pantai, seperti Nusa Dua Beach Hotel, Inna Putri Bali, Ayodya Resort, Conrad Bali Resort, Grand Hyatt Bali, Melia Bali, Nikko Bali, Sheraton Laguna Nusa Dua, Club Med, The Westin Resort Nusa Dua, dan Swiss Grand Bali.