Tag

, , ,

Ada yang menaruh harapan penuh, ada yang skeptis, ada pula yang mencibir. Yah, semua sah-sah saja. Namanya juga negara demokrasi. Asalkan jangan saling mencibir yang berujung pertengkaran/perpecahan saja.

Menurutku, yang menarik dicatat dari kabinet bentukan Presiden Joko Widodo dan timnya ini, adanya peningkatan menteri perempuan dua kali lipat dibanding Kabinet Indonesia Bersatu Presiden SBY (dari empat menjadi delapan orang).

Juga ada yang menarik; menteri kelautan dan perikanan yang dijabat seorang perempuan berijazah SMP (jebolan kelas 2 SMA). Siapa dia? Susi Pujiastuti, bos maskapai penerbangan perintis Susi Air -yang berjasa waktu tanggap darurat tsunami Aceh, 2004 lalu.

Yah, kalau dia mampu (melakukan tugas-tugas di kementriannya), kenapa tidak?

Yang tidak kumengerti, kenapa Puan Maharani, anak Ketua Umum DPP PDIP Megawati, ditempatkan sebagai menko (menteri koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan)? Sebagai new comer, alangkah baiknya dia diberi posisi menteri sosial, tukar tempat dengan Khofifah Indar Parawansa.😛

Tapi ada analogi menarik, sebagaimana dituliskan seorang teman lama, Niniel WDA di status Facebooknya. Menurutnya, sebagai bekas tukang kayu dan pengusaha meubel, saya yakin Joko Widodo punya ukuran sendiri membuat kabinet. Dengan kualitas bahan yang ternyata seadanya, dengan presisi bolong-bolong, Ir H Joko Widodo pasti mengukur seberapa daya tahan kabinet yang dibuat. Asal bahan yang disodorkan bukan produk spanyol (separuh nyolong).

Selamat malam temans!🙂Kabinet_Kerja