Tag

,

Awalnya aku nggak tau, siapa bule yang berada di sebuah stand ajang Canon PhotoMarathon 2014 di Senayan Jakarta. Dugaanku cuma satu, pasti dia seorang fotografer. Siapa dia? Baru kutahu setelahnya.

Saat rehat menunggu pengumuman, aku liat beberapa peserta berfoto dengan bule yang bernama Justin Mott (www.justinmott.com) itu. Sepertinya mereka ngefans. Daripada bengong, aku pun ikut-ikutan berfoto dengannya, setelah meminta tolong seorang anak muda agar memfoto kami dengan kamera D30-ku.

Ternyata, Justin -begitu ia lebih suka dipanggil, ketimbang pakai embel-embel “mister”- menjadi pengisi sesi seminar fotografi yang sarat akan tips memotret.

Fotografer dan videographer asal Amerika Serikat itu kini membawakan acara televisi berformat reality show bernama “Photo Face-Off” (www.historyasia.com/shows/photofaceoff). Dalam acara itu, Justine menantang siapa pun yang berani maju untuk beradu kemampuan fotografi.

Apakah tantangan itu cukup fair?

Bisa ya, bisa nggak. Peserta yang merasa memiliki kemampuan fotografi, meski dia seorang amatir, sangat mungkin mengalahkan Justine di acara itu.

“That is the beauty of photography,” ujar Justine, di depan seribuan peserta.

Dia memberi tips bagaimana membuat gambar/foto karya kita “bercerita” (storytelling). Sebagaimana sutradara film yang ingin menceritakan satu cerita lewat gambar bergerak, fotografer bisa melakukan hal yang sama lewat gambar diam namun mengandung seribu makna.

“Yang penting kalian bisa memanfaatkan pencahayaan, komposisi, dan momen,” ujarnya. “Kalian jangan ragu untuk memotret dari berbagai angle. Kalau perlu, kamu nyebur ke air untuk mendapatkan angle yang bagus,” katanya. Nah loh!
😀

Nggak apa-apa aku nggak menang apa pun di lomba itu, karena aku bisa pulang dengan semangat baru sebagai fotografer yang lebih baik lagi. Thank you, Justine. Kapan-kapan aku tantang kamu di Photo Face-Off.😛

tian_mott

mott1

mott2

mott3

mott_karya

Keterangan: Foto terakhir karya Justine Mott, berlokasi di Vietnam, tempat dia berkantor, 7 tahun terakhir ini.