Menunggu saat-saat ngeronda alias melakukan siskamling di lingkungan RT-ku, adalah saat-saat paling kritis. Seperti sekarang ini.  Betapa tidak, saat mata ini susah diajak kompromi (menagih jatah untuk beristirahat), aku musti menolak keinginannya.

Kalau tidak, bisa kejadian seperti pekan lalu. Aku bablas ketiduran sampai waktu sahur tiba. Tapi itu ada alasannya. Waktu itu, aku baru minum obat dari dokter, obat batpil yang lama sembuhnya. Sebagai kompensasinya, pagi harinya menyerahkan Rp 20 ribu kepada Bendahara RT, untuk kas RT. Tapi tak mengapa, karena itu sudah kewajiban sebagai warga.

Jadi, buat apa musti ngeronda? Kata ketua Keamanan, untuk kebersamaan. Ya, sekadar ngobrol ngalor ngidul dengan sesama kepala keluarga, ditemani kopi dan cemilan. Dan sedikit keliling kampung sebagai tanda kita telah menjaga keamanan lingkungan.

Nah, malam ini, sambil menunggu waktu ngeronda tepat pukul 00:00 Wib nanti, aku bisa mengotak-atik dan mempercantik “rumah baru” ini. Ada beribu judul postingan yang musti kumigrasi. Juga ratusan buah foto yang sudah kuunggah di “rumah lama”-ku; Multiply.

Selamat jelang tengah malam, kawan!🙂

Keterangan: foto nggak ada kaitannya dengan ngeronda.😛Gambar