Setelah ketinggalan rombongan di Bandara Suvarnabhumi luar kota Bangkok, cerita kekonyolanku belum berhenti di sini. Di hari kepulangan kami ke Tanah Air (Rabu, 11/7), gara-gara urusan kamera, aku ketinggalan rombongan MBK (Mah Boon Krong) Shopping Centre –mal besar di Bangkok, yang rumitnya minta ampun.

Ketinggalan sendirian di kota Bangkok tanpa ada yang bisa dikontak, juga tidak tahu di mana persisnya meeting point, benar-benar serasa menjadi “illegal alien” seperti di lagunya The Police.

Waktu itu, kami berniat beli oleh-oleh snack buah-buahan (dehidrated fruits), salah satu oleh-oleh khas Thailand. Tapi waktu untuk belanja begitu sempit, karena harus check in di loket Garuda, plus pemeriksaan imigrasi yang biasanya memakan waktu. Jadi waktu yang disediakan buat belanja kurang dari setengah jam.

Singkat kata, kami sudah memasuki mal yang besar dan rumit itu. Betapa tidak, tangga berjalan (eskalator) untuk naik saja, musti dicari-cari dulu. Ketemu eskalator satu, untuk naik lagi ke lantai lebih tinggi, musti muter-muter dulu nyari tangga naik. Beda dengan mal di Jakarta pada umumnya, yang tangga naik ke lantai-lantai lebih tinggi terlihat jelas di satu tempat (karena berbentuk plaza yang terbuka). Jadinya, aku nggak ingat lagi, dari mana aku masuk.

Di lantai 5 aku terpisah dengan rombongan yang sedang mencari oleh-oleh secara terburu-buru itu (dikejar waktu), saat memasukkan kamera ke dalam ransel dengan susah payah. Wah, terpisah sendirian di mal sebesar itu tanpa bisa menghubungi mereka (karena tak mengaktifkan kartu telepon lokal Thailand). Tapi siapa takut?

Waktu tersisa tinggal 15 menit. Misinya, mencari meeting point yang sudah dijanjikan, yakni di jembatan orang berkanopi biru, dekat jalan layang kereta cepat.

Yang jadi masalah, selain tak bisa kontak HP dengan teman-teman, aku juga tak hapal nama jalan maupun nama tempat meeting point tersebut. Konyol ya?

Aku pun muter-muter mencari eskalator turun. Setelah tiba di lantai 2, ada bagian informasi. Apa yang musti ditanya? Tapi aku tak kehilangan akal. Aku tanya saja, bagian dari mal ini yang ada tulisan “MBK” besar-besar dan di dekatnya ada jembatan berkanopi. Untungnya, satpam di sana rata-rata bisa berbahasa Inggris, dan dengan jelas menerangkan info yang kuperlukan.

Akhirnya aku pun ketemu dengan teman-teman, pas di detik-detik terakhir waktu yang dijanjikan. Alhamdulillah, jadi juga pulang.