Jika anda menyempatkan diri bermain ke Sasakpanjang Permai, terutama saat melewati rerumputan dan alang-alang, ada baiknya menundukkan muka, bukan tengadah. Karena siapa tahu, ada ular dan terinjak oleh anda.

Kemarin sore (2/6), Adi, anak tetanggaku yang berusia 7 tahun berteriak-teriak; “Ula! ula!”, disambut Bu Mul, tetangga sebelah, yang juga berseru-seru dengan paniknya.

Aku pun keluar membawa tongkat. Tampak seekor ular sepanjang 60-70 cm sedang dalam posisi menyerang (seperti kobra yang mengangkat kepalanya). Di sebelahnya, kucing piaraan tetangga sedang memain-mainkkannya. Kaki depannya mengais-ngais ular berwarna hijau dengan punggung kemerahan itu. Ular itu tampak tak melawan.

Ular sebesar jempol tangan itu tapaknya kekenyangan. Perutnya membuncit sebesar lingkaran yang terbentuk dari ujung jari tengah yang dipertemukan dengan jempol. Mungkin ular itu baru makan tikus, kadal, atau katak.

Pak Har, tetangga yang muncul kemudian, mengambil tindakan. Dia melemparkan potongan genteng ke badannya. Tidak kena. Lalu Pak Man, tetangga sebelah tempat ular itu berada (di depan pintu gerbang kecilnya), memukulnya dengan tongkat kayu. Kena! Sekali pukul, ular itu KO.

Atas saranku, ular itu dikuburkan di dekat pohon pisang oleh Pak Man. Menurutnya, yang tahu seluk-beluk ular, ular itu adalah ular tanah (Calloselasma rhodostoma) yang sangat berbisa. “Racunnya bisa membuat orang mati,” katanya.

* * *

Bukan sekali dua kali ini aku menemukan ular di lingkungan rumah. Mulai dari selokan dekat rumah, dekat pintu masuk, bahkan pernah masuk ke rumah. Semuanya berakhir mati. Yah, daripada membahayakan orang, terutama anak-anak.

Sering pula aku menjumpai ular berukuran besar dan panjang melata menyeberang jalan, saat aku mengendarai motor. Dan aku memilih menghentikan laju motor, atau menghindarinya, ketimbang menggilasnya. Ular itu muncul dari semak-semak di kebun pinggir jalan.

Makanya, saat berjalan di lingkungan tempat tinggalku, mata tak boleh jelalatan, melainkan tundukkan pandangan. Bukan apa-apa, tapi untuk memastikan, yang akan kita pijak itu tanah, bukan ular.

Keterangan:
Foto 1 & 2: tianarief
Foto 3: reptilx.com