Tadi pagi, ada laporan dari istriku di rumah, kalau kulkas bikin konslet listrik di rumah. Bahkan, ia sempat melihat percikan listrik dari bagian belakang bawahnya, sebelum MCB listrik –untuk ketiga kalinya– turun.

Dari kantor aku bilang, nanti sepulang kerja aku mau periksa sumber masalahnya (padahal nggak ngerti banget soal listrik, apalagi mekanisme lemari es).

“Kalau ternyata aku nggak sanggup memperbaikinya, kita panggil tetangga yang tukang AC (yang mengerti soal kulkas, karena mekanismenya hampir sama),” ujarku.

Sewaktu aku periksa bagian belakang kulkas, ternyata… bagian kabel input listrik bopeng-bopeng akibat gigitan “si monyong”. Memang keterlaluan binatang pengerat ini! Bahkan, satu lubang bekas gigitan itu menghitam seperti bekas terbakar (lihat gambar, yang ditunjuk).

Terjawab sudah masalahnya. Konslet itu berasal dari kabel listrik bekas gigitan, yang kemudian terhubung satu sama lain, dan konslet.

Lalu kabel pun kupotong sekitar 15 cm, pada bagian bopeng-bopengnya saja. Setelah itu, kabel disambung kembali dengan plester isolasi (selotip). Bagian bawah yang rawan gigitan itu, aku pulas dengan kapur semut (kapur yang mengandung insektisida).

Mudah-mudahan, tak ada lagi gigitan lagi, dan tak ada konslet lagi.

Kulkas pun kembali menyala, dan stok bakso di dalamnya pun aman. Jadi, tak perlu memanggil tukang servis, sebelum kita sendiri mencobanya. Ya toh?