Sumber: detikcom

Di layar televisi, Afriyani Susanti, 29 tahun, tampak tanpa ekspresi dan rasa bersalah, apalagi shock. Padahal, beberapa menit sebelumnya, pengemudi Xenia maut itu, menabrak 12 pejalan kaki (9 di antaranya tewas). Banyak pihak yang heran dengan sikapnya itu. Ada apa sebenarnya?

“Dia diam, nggak ada ekspresi. Mungkin dia belum lihat atau masih terpengaruh (narkoba),” kata Kasubdit II Psikotropika Ditnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Eko Saputro, di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (24/1).

Eko membeberkan bukti kalau Afriyani di bawah pengaruh narkoba saat menabrak pejalan kaki itu. Menurutnya, Afriyani baru merasa mengantuk dan bisa tidur pada Senin (23/1) pagi. Peristiwa insiden kecelakaan terjadi pada Minggu (22/1) siang.

“Dia baru tidur kemarin subuh, itu karena pengaruh obat,” jelas Eko.

Saat ini polisi masih melakukan observasi pada Afriyani . Polisi masih melakukan interogasi awal, terkait penggunaan narkoba.

“Kita lakukan pembuktian dulu. Kita terpacu waktu untuk melakukan penahanan. Setelah itu kita pelajari dulu latar belakangnya,” tambahnya.

Sebagaimana diberitakan, Afriyani sempat dugem di dua tempat sebelum menabrak sembilan pejalan kaki pada Minggu siang (22/1) di depan kantor Kementrian Perindustrian, sekitar pukul 11.00 WIB. Apriani juga sempat menenggak wiski dan tiga narkoba.

Gambar: Afriyani [Al alias Nursyawal]