“Kalau naik Bentley itu karena kebutuhan sebagai pengusaha, kalau naik mobil Esemka karena kebutuhan rohani.” [Bambang Soesatyo, Politisi Golkar]

Luar biasa memang “sihir” ESEMKA. Apalagi setelah “diprovokasi” Jokowi, yang membeli dua unit mobil buatan siswa SMK itu, untuk digunakan sebagai mobil dinas wali kota dan wakil wali kota Solo (Surakarta).

Efek karambol dari langkah strategis Jokowi ini langsung terasa, mulai dari orang nomor satu di negeri ini, SBY –yang menyatakan apresiasinya terhadap perakit mobil nasional ini– hingga para pejabat di bawahnya.

Begitu pula para anggota DPR RI. Salah satunya, dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo. Padahal, politisi yang juga pengusaha ini sudah punya lima mobil super mewah, Bentley, Hummer, Land Rover, Mercedes, dan Toyota Alphard.

Mantan Direktur PT Suara Rakyat Membangun –penerbit harian Suara Karya— itu mengaku ingin memiliki mobil Esemka karena didorong rasa bangga.

“Kebanggaannya beda kalau naik mobil buatan dalam negeri,” aku Bambang, sebagaimana dilansir www.tempo.co, belum lama ini.

Bagaimana bisa, orang yang biasa menaiki mobil Bentley Continental GT seharga Rp 5 mililar itu mau naik mobil ESEMKA seharga “hanya” di bawah Rp 100 juta?

“Kalau naik Bentley itu karena kebutuhan sebagai pengusaha, kalau naik mobil Esemka karena kebutuhan rohani,” kata pehobi otomotif sejak masih duduk di SMA ini.

Ia menambahkan, bukan performa, tapi kebanggan yang saya cari. Apalagi bisa membuatnya lain dari yang lain,” kata Bambang, yang sudah berniat memodifikasi mobil ESEMKA-nya nanti menjadi lebih sporty dan modis.

Bambang mengaku tidak takut jika naik mobil Esemka akan menjatuhkan pamor mobil Bentley yang harganya miliaran rupiah itu. “Tidak lah. Kan kebanggaannya beda,” ujarnya, sambil terkekeh.