Ia nyaris tak membunyikan klakson.* Cara mengemudinya begitu halus, sampai tak terasa kapan ia berakselerasi dengan mobilnya, dan kapan ia mengerem.

“Nah, sekarang saya baru mengklakson karena mobil di depan mau memotong jalur saya terlalu dekat,” ujar Pak Agung, pengemudi Avanza yang membawaku dari Bandara Soetta, sepulang menghadiri undangan test drive all new “mobil sejuta umat” tersebut di ranah Minang.

Pak Agung, pria berusia 50-an tahun itu, beranggapan, kalau mengemudi tak perlu grasa-grusu, sradak-sruduk. “Buat apa kita ingin cepat-cepat sampai, kalau pada akhirnya akan celaka?” ujar pria asal Bali bergelar lengkap Anak Agung itu.

Menurut Pak Agung, yang bekerja sebagai mobil sewaan di dealer Tebet itu, mengemudi di Jakarta, yang didominasi jalanan macet, perlu ekstra kesabaran. Tak perlu sodok-sodokan, karena semuanya akan mendapat giliran lewat.

Ah, seandainya semua pengemudi di Jakarta bersikap seperti Pak Agung, tentu kemacetan akan lebih mudah diatasi.

Foto: sewaktu test drive All New A di jalan Padang-Bukittinggi-Payakumbuh.

*)Seorang guru mengemudiku bilang, makin sedikit membunyikan klakson, tandanya dia mengemudi dengan halus.