Di pagi yang cerah, aku mampir ke sebuah gerai perusahaan paket di Durentiga. Lalu terjadilah dialog:

Aku: “Reguler. Abon.” (sambil menyodorkan paket berisi abon). Di paket pun tertulis “ABON” dengan huruf besar, kira-kira setinggi 3 cm.

Petugas: “Ini isinya apa, Pak?” (sambil membolak-balikkan paket, seolah tak bisa membaca tulisannya).

Aku: “A-B-0-N.” (dengan nada tanpa ekspresi).

Petugas yang masih muda –lebih pas disebut sebagai remaja pria– itu sibuk mencatat-catat di invoice.

Lalu tiba-tiba dia bertanya lagi.

Petugas: “Mau apa, Pak?”

Aku: “Apa???” (nggak ngerti, dia nanya apa sih?).

Aku: “Oh, R-E-G-U-L-E-R.” (dalam hitungan detik, aku langsung connect, kalau yang dimaksud petugas itu, mau “reguler” atau “yes” (yakin esok sampai, alias layanan kilat).

*Ternyata informasi singkat, padat, yang aku sebutkan di atas (diberi huruf tebal), rupanya belum cukup informatif bagi dia. Padahal, kata “reguler” bukanlah kata asing bagi seorang petugas paket.

Apakah memang telmi (telat mikir), low batt (perlu di-recharge perutnya), atau error (perlu di-restart)?

Selamat menikmati makan siang, Temans.