Kemarin (16/9), sore-sore sepulang dari kantor, di ujung perumahan GDC pas di pinggir jalan raya Citayam, aku membeli sandal selop bermerek AP Clogs. Sandal ini akan aku gunakan untuk segala keperluan, termasuk untuk berkendara motor di hari hujan.

Sandal berbahan karet ini masih terbilang kerabat AP Boots –boots karet yang awet meski sudah kupakai hampir 10 tahun. Selama ini boots anti-air ini aku gunakan untuk bekerja di kebun hingga berhujan-hujan atau berbanjir-banjir naik motor ke kantor.

Bentuk AP Clogs (clogs = selop) ini mirip-mirip sendal Crocks yang sempat membuat heboh publik di Jakarta, karena meski harganya “selangit” (untuk Crocks original), orang-orang rela anti untuk mendapatkannya, di sebuah plaza di Senayan Jakarta.

Meski warna AP Clogs ini tak semenarik Crocks yang berwarna cerah, harganya tak semahal Crocks original, dan tempat belinya tak seelit plaza di Senayan itu (orang belinya di pinggir jalan), aku yakin kekuatannya tidak akan kalah. Lha, wong versi boots-nya aja tahan lama.