Sejak beberapa terakhir ini, listrik di rumah kami byar pet alias hidup-mati, akibat sekeringnya turun. Aku pencet kembali tombol di sekering otomatis itu, listrik kembali menyala. Tapi itu tak bertahan lama, listrik kembali mati.

Puncaknya, Sabtu malam (10/9). Listrik tak bisa hidup lagi. Karena begitu saklar sekering dipencet, beberapa menit kemudian, kembali drop. Ya sudah, kami pun semalaman bergelap-gelapan, tidur berteman dengan ribuan nyamuk, karena obat nyamuk elektrik tak bisa bekerja. Sedangkan semprotan nyamuk, sudah habis isinya.

Untungnya, siang harinya, aku sudah bikin janji dengan Jambul –nama panggilan tetangga yang menjadi instalatur listrik– untuk memperbaiki jaringan listrik di rumah kami, yang sudah berusia 12 tahunan.

Hari minggunya, kabel-kabel listrik lama pun diturunkan, diganti dengan kabel baru. Tak kurang dari 20 meter kabel yang dibutuhkan untuk sekitar 10 gantungan (stop kontak, saklar, plus gantungan lampu) di seantero rumah mungil kami. Tak terbayangkan kalau rumahnya besar apalagi kategori mewah, tentu jumlah gantungan bisa mencapai puluhan (atau bahkan ratusan?).

Pengerjaan berlangsung hampir seharian. Selesai memasang jaringan kabel di para atau plafon rumah, Jambul menggarap gantungan lampu plus saklar dan stop kontak. Sekalian saja, gantungan lampu yang sudah usang diganti baru dengan merek “Broco” (katanya, ini yang paling top), juga saklar-saklarnya. Oya, bohlam atau lampu pijar model jadul sekalian diganti dengan lampu hemat energi (yang berwarna putih).

Kamar mandi di kamar Fay, yang sudah lama mati lampunya, juga sekalian ditangani. Ternyata, saklarnya saja yang perlu diganti. Lampunya masih menyala. Sedangkan lampu penerangan jalan di sayap kiri rumah, yang lama mati, kembali dinyalakan. Neon 20 watt diganti dengan lampu hemat energi yang menyedot energi sama (20 watt), namun cahayanya lebih terang lagi.

Nah, setelah infrastruktur (jaringan kabel) diperbaiki oleh ahlinya, karena aku sendiri tak sanggup kalau harus naik ke para yang penuh debu itu sendiri, aku bisa berkreasi kalau-kalau perlu menambah stop kontak baru atau saklar baru.

Alhamdulillah, persoalan listrik gara-gara kotak sekering yang sudah kelebihan beban (kini diganti dengan MCB tunggal) itu sudah teratasi. Aku tak mau menganggap persoalan listrik ini sebagai persoalan sepele, karena bisa berakibat fatal. Konon, banyak kasus kebakaran yang diakibatkan hubungan singkat arus listrik alias konsleting. Lebih baik mencegah sebelum terjadi.

Foto bohlam: semi-yanto.blogspot.com