Meski belum pernah ke Makkah, Arab Saudi (insyaallah suatu saat bisa ke sana), aku sering mendengar cerita, kalau di Masjidil Haram -saking padatnya- kadang orang “‘seenaknya” melangkahi orang yang sedang shalat. Bahkan, seorang sodara pernah kepalanya terinjak pelintas saat bersujud. Astaghfirullah!

Nah, sewaktu shalat jumat di Masjid Al Irsyad Kota Bumi Parahyangan (2/9), Padalarang, pengalaman serupa kami alami. Saat itu, ayahku, kakak iparku, dan aku, berada di posisi dekat pintu masuk masjid. Saat melakukan shalat sunnah, orang-orang yang masuk belakangan dengan seenaknya melangkahi kami yang sedang shalat. Bahkan, saat kakak iparku bersujud, masih juga orang berani melangkahinya.

Apa mereka (para pendatang dengan kendaraan, karena banyak orang yang transit untuk shalat jumat di sana) tidak berpikir, kalau melangkahi orang yang sedang shalat itu sangat tidak dibolehkan?

Padahal, pengurus masjid sudah memberi akses jalan untuk orang yang datang belakangan, lewat “gang” yang dibuat dari penyekat yang berdinding kain putih. Mereka bukannya lewat “gang” itu, malah “lebih suka” melewati orang-orang yang sedang shalat.

Musti banyak-banyak beristighfar.