Ramadan kali ini, aku kebagian giliran meronda (siskamling) pertama, tanggal 6 Agustus, yang jatuh pada Sabtu malam. Kegiatan begadang sambil menjaga lingkungan dari aksi pencurian sekaligus mengambili beras jimpitan itu dilakukan dari tengah malam hingga waktu sahur tiba.

Aku mendatangi pos kamling, yang berjarak hanya 100 meteran dari rumahku, sekitar jam 12 malam. Di sana sudah ada tiga rekan satu grup, yang kegiliran meronda malam itu. Kami pun terlibat dalam obrolan ringan, dari satu topik ke topik lainnya. Yang penting, menghindari gosip alias ghibah.

Kira-kira menjelang jam 2 malam, kami pun berkeliling. Bukan cuma keliling wilayah RT kami saja (RT 2 –di RW-ku terbagi atas 5 RT), melainkan hingga ke RT 5 di bagian atas perumahan. Untuk diketahui, perumahanku letaknya agak miring ke arah Selatan. Posisi rumahku, tepat di tengah-tengah perumahan.

Kami sempat berkenalan dengan para bapak dari RT 5 –RT yang baru dibentuk, dengan penghuni para pendatang baru. Setelah itu, mendatangi rumah di RT 2 satu per satu, untuk mengambili beras jimpitan, yang ditaruh dalam wadah, yang digantungkan di pagar atau bagian depan rumah, sekaligus mengingatkan para penghuninya untuk mempersiapkan makan sahur.

Mengambil beras jimpitan ini, selain beras yang terkumpul bisa dijual, lalu uangnya untuk kas RT, kami juga sekaligus melakukan patroli untuk memastikan keamanan setiap rumah dari gangguan pencuri. Memang, tidak benar-benar maksimal sih. Tapi paling tidak, ada sekelompok orang yang melek di malam hari, yang membuat orang-orang yang berniat jahat berpikir dua kali sebelum melakukan aksinya.

Menjelang jam 3 dinihari, kami pun pulang. Aku langsung tepar, hingga istriku membangunkanku untuk makan sahur. Seusai sahur dan shalat subuh, aku kembali melanjutkan tidur hingga pagi menjelang.

Jam 10-an hingga lewat tengah hari, kami sempat belanja keperluan Fay ke arena pedagang pasar kaget di sepanjang Jalan Tegar Beriman, komplek kantor Pemerintah Kabupaten Bogor, di Cibinong (Pemda).

Sore, setibanya di rumah, aku kembali ketiduran hingga menjelang acara buka bersama yang digelar pengurus RW di masjid dekat rumah. Sebelum menulis jurnal ini, aku sempat tertidur sejenak.

Untungnya sekarang hari Minggu, saat aku terbebas dari kegiatan mengantar-jemput Fay, juga pergi ke kantor. Entahlah pada giliran ronda minggu depan, saat aku kegiliran meronda di Minggu malam. Hari Seninnya, mudah-mudahan masih bisa mengendalikan kantuk ini, biar tidak menyerang saat aku berkendara.