Kopdar tahun ini –23 Juli 2011– cukup seru, meski tak seramai kopdar 31 Juli tahun kemarin di tempat yang sama. Tempatnya di komplek TK Buana Kids/Griya Gemari, Jalan Amil, Pejaten, Jakarta Selatan.

Ramai tidaknya kopdar memperingati Ulang Tahun ke-7 Komunitas Multiply Indonesia ini secara kasat mata kelihatan dari penuhnya peserta di lokasi acara, di belakang komplek TK itu. Juga dari banyaknya lapak jualan di sepanjang koridor gedung. Kalau tahun lalu, pesertanya sampai membludak, dan lapak berderet memenuhi koridor hingga ke teras bagian luar, kemarin pesertanya tidak seberapa banyak, juga lapak hanya berada di bagian dalam gedung.

Meski begitu, pembeli lapak kami: Abon Enak & Bakso Viande, alhamdulillah cukup ramai. Oya, aku lebih banyak berada di lapak ketimbang terlibat di acara kopdar (maaf ya buat panitia dan teman-teman).

Tapi kami (aku dan istriku. Fay kebetulan tidak ikut) banyak ketemu teman-teman, yang baru maupun yang lama. Nah, yang mengejutkan, teman-teman MPers zaman pertengahan 2000-an yang cukup lama nggak kontak-kontak, kini bermunculan. Seperti Sefa dari Jerman dan Puji dari Karasak Baru.

Juga “teman-teman seangkatan”, seperti Uni Wirda, Mbak Mia, Eva, Desti, Tyas, dan Lulu Basmah. Serta teman-teman lainnya, seperti Hj Elly, Dee, Rita, Lena, Nopnop, Tity, Agus Kribo, Nahar, Uwie, Amelia, Nita, Ajeng, Tintin, Ruru, Ida, Chietut, dan banyak lagi (maaf, nggak kesebut satu per satu).

Oya, aku juga bertemu Mbak Julie, senior yang belum jadi kontak, tapi aku hapal beliau sejak lama, terutama setelah berkomentar di salah satu postingan istriku. Kebetulan anaknya, Harry, sudah lama menjadi kontakku. Mbak Julie, yang pernah tinggal di Afsel ini, ternyata seniorku di Jurnalistik Fikom Unpad (yang dulu bernama Publisistik). Wah, suatu kebetulan.

Aku juga sempat bertegur sapa dengan Mbak Anna, yang berjalan bersama Eriq. Juga ada teman muda di FB yang belum menjadi kontak di MP, Fathia Rahma, yang tiba-tiba muncul di lapak: “Ayo, tau saya siapa Pak?” Aku langsung dengan gampang menebaknya, meski belum pernah ketemu sebelumnya, dan belum pernah lihat fotonya sama sekali.

Sore hari, saat lapak sedang dibereskan, muncul seorang perempuan bersama seorang temannya. “Ingat saya nggak Mas?” tanyanya. “Ini kan Maya, Bunda2F,” jawabku dengan tepat. *Ya ingat lah. Kan pernah ketemu di kopdar sebelumnya.

Oya, ada yang unik dari kopdar kemarin. Serasa de javu saja. Waktu mau shalat dzuhur, secara kebetulan, kami kembali shalat berjamaah: aku, Agus Kribo, dan Nahar. Aku ditunjuk sebagai imam. Pada kopdar tahun lalu di tempat yang sama juga begitu.

“Mudah-mudahan tahun depan juga kita berjamaah lagi,” ujar Agus Kribo, pak guru Matematika, yang ternyata kribo di bagian dagunya itu.

“Insyaallah. Kalau masih ada umur,” jawabku.

Lapak kami tutup paling belakangan. Bahkan lebih sore dari pada panitia —Ari, Wib, Lina, Aniez, dkk. Itu karena sewaktu hendak berangkat, ban belakang si Tornie kempes terkena kawat tajam.

Mau tak mau, aku menurunkan barang-barang dagangan yang sudah nangkring di atas motor, dan olah raga mendorong motor sore-sore, sampai baju dan jaketku basah kuyup oleh keringat, dan mendapatkan tukang tambal di Jalan Siaga.

Istriku yang bete menunggu sendirian, sedikit terobati oleh segelas Kopi Es Cappucinno “Semerbak”.

Magrib kami baru bertolak ke Sasakpanjang, dan ba’da isya kami baru tiba di rumah.

Itulah kopdar seharian kami. Dengan duduk di lapak saja sudah banyak bertemu MPers.

Foto: kami sempat online sambil jaga lapak [nitafebri].